Wujud Tanpa Suara
Buku novel karya Nurul Izzah Andini berjudul wujud
tanpa suara ini merupakan wujud peran serta
penulis dalam perkembangan karya sastra di Indonesia. Dalam rangka mencerdaskan dan memuliakan umat manusia dengan
penyediaan serta pemanfaatan berbagai bidang ilmu dan teknologi, Penerbit
Deepublish berharap buku ini dapat memperluas wawasan pembaca tentang karya
sastra.
Melalui sebuah karya yang apik, penulis menuangkan ide, gagasan, serta
pesan moral. Sehingga diharapkan pembaca tidak hanya sekadar membaca, tetapi
juga mengambil nilai-nilai kebaikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan
nyata.
Berikut adalah penggalan cerita yang akan membuat pembaca
semakin penasaran dan ingin tahu. Karena
memang cerita ini menarik untuk dibaca, kesan horornya begitu terasa.
Suaraku
seakan hilang
Menyembunyikan
kenyataan yang menyakitkan
Menyisahkan
tubuhku yang sudah tak memiliki raga
Menjalani
hidup dalam kehampaan
Ingin
kembali kemasa indahku
Menutup
kedua mataku berharap aku tak berada didunia yang kejam ini
Merindukan
adalah hal yang paling menyakitkan
Waktu
yang seakan berjalan dengan lambat
Menyisahkan
sebuah kenangan...
PIIMMMM..........
BRUKKHHH........
Kegelapan mulai menyelimuti gadis berambut panjang,
tubuh yang kehilangan kesadaran, samar-samar melihat kejadian disekilingnnya
dan kembali tertutup membuat kegelapan itu secara sepenuhnya mengambil alih
tempat cahaya yang ia lihat,
***
Gadis berambut pendek berjalan mendekat kearah
seseorang yang mengenakan pakaian putih-putih kemudian mendudukkan dirinya.
Wajah cantiknya terhalangi oleh rambut pendeknya yang terjatuh kedepan
menandakan ia sedang menunduk tak mau memandang orang didepannya.
Hanya sebuah anggukan dan gelengan yang ia berikan
saat orang didepannya memberikan sebuah pertanyaan. Ia bagaikan bisu, suaranya
seakan hilang bersama raganya. Orang didepannya menghelah nafas panjang melihat
keadaan gadis yang terlihat seperti mayat hidup itu, mengakhiri kegiatannya
untuk hari ini dan menyuruh gadis itu mengikuti orang lain yang masuk dan menuntun
gadis itu kembali ketempatnya.
***
Ditengah keramaian sore hari terlihat seorang gadis
yang berjalan dengan santai membuat rambut yang ia ikat satu ala ekor kuda
bergoyang kekiri dan kekanang sambil membaca buku yang ada ditangan kanannya
dan tangan kirinya membawa kanton plastik yang berisi belanjaannya. Sesekali
menatap kearah depan memastikan dirinya agar tidak menabrak seseorang yang
berlalu lalang. namun saat ia telah berjalan memasuki area yang mulai sepi oleh
pejalan kaki iapun membaca buku yang ia pegang dengan serius sangking seriusnya
ia tak melihat bahwa seseorang tengah berhenti mendadak.
Bruukkk...
"Heii...kalau jalan lihat-lihat!!"
kata orang tersebut dingin yang gadis itu yakini
adalah seorang pemuda. Gadis didepanya mengangkat kepalanya "degh"
pemuda itu sempat terpaku akan kecantikan gadis yang berada didepannya mata
mereka sempat bertemu namun sayang hal itu hanya sekilas karena dengan cepat
gadis itu memutar bola matanya bosan membuat sang pemuda didepannya mengerutkan
keningnya namun sepertinya hal itulah yang membuat ia tertarik untuk mengetahui
gadis didepannya lebih jauh.
Setelah mendengar perkataan pemuda didepannya gadis
didepannya pun membungkukkan badanya mengambil buku lalu menatap pemuda itu
sekilas kemudian melangkah untuk menjauh dari tempat tersebut.
"Cantik" gumam pemuda tersebut menatap
punggung Ana yang semakin menjauh. Ia menarik keatas sudut bibirnya keatas,
memperlihatkan ketertarikannya pada gadis yang tas sengaja menabraknya itu.
"Hooiii....!! Alex kau sedang apa?" teriak
pemuda lain menghampiri pemuda yang bernama Alex itu sambil memberikan tatapan
heran pada Alex yang menatapnya datar.
"Hn" gumam Alex tak tertarik sebagai jawaban
atas pertanyaan temannya itu. Memutar matanya bosan kemudian berjalan melewati
Aron yang mulai kesal atas kelakuan Alex.
"Heii..bisakah kau berkata dengan jelas! aku
tidak mengerti?"
"Hn..bukan urusanmu Aron" setelah mengatakan
itu Aron berjalan meninggalkan Aron yang sudah sangat jengkel"sudah mau
ditemani, malah seenaknya meninggalkanku! heii....Alex tunggu aku Alex!!"
gumam Aron kesal sendiri kemudian berlari menyusul Alex yang sudah berjalan
jauh didepannya.
***
Gadis yang menabrak Alex tadi membuka pintu apartemennya kemudian masuk
kedalam rumahnya dan menyimpan belanjaannya dikulkas. setelah menyimpannya
gadis itu kemudian menyimpan buku yang
ia baca sedari tadi mendudukkan dirinya diatas ranjangnya melepas ikat rambut
yang ia gunakan pada dirambutnya hingga membuat rambut panjangnya jatuh tergerai
kebawah, ia merebahkan tubuhnya keatas ranjang empuknya menarik nafas
dalm-dalam sambil menutup matanya kemudian menghembuskannya kembali melakukan
hal itu salam beberapa detik membuka
kembali matanya dan mendudukkan dirinya kembali lama dengan posisi itu ia
kemudian berdiri berjalan kearah meja yang Dipenuhi buku-buku menarik keluar
kursi yang ada disitu mendudukkan dirinya setelah itu ia mengambil bukunya serta pulpennya kemudian
kembali belajar seperti rutinitas biasannya. Akibat kerajinannya dalam belajar
itu ia akhirnya dapat masuk ke Universitas elit tanpa harus membayar.
Ana sesaat berhenti menulis kemudian memandang hpnya
yang ada di samping bukunya. Lama menatap hpnya itu ia pun mengambilnya dan
menyalakannya. Kemudian menyalakannya mengecek apakah ada pesan penting yang
masuk. Dan benar saja ada pesan masuk namun sepertinya bukan sesuatu yang
sangat penting baginya tapi tetap saja membacanya.
Itulah ulasan tentang novel horor yang dapat anda
baca. Info lebih lanjutnya bisa baca bukunovel terbitan Deepublish.
Komentar
Posting Komentar