Curahan Hatiku
Buku novel | buku novel karya Ashryani Sitinur M.
Kamal merupakan buku cerita anak ini dapat dipublikasi. Sekalipun
masih terbilang baru, penulis buku ini sudah mampu menunjukkan usaha yang besar
dalam menulis karyanya terutama menambah wawasan tentang cerita anak.
Latarbelakang
Sebagai ketua
Asosiasi Guru Penulis Indonesia wilayah Maluku Utara, saya sampaikan apresiasi
kepada penulis yang dalam usahanya mampu berbagi pengalaman melalui tulisan
ringan yang terkait dengan kehidupan keseharian anak-anak.
Buku “Curahan
Hatiku” berisi kumpulan cerita anak yang senantiasa dialami oleh anak-anak
maupun remaja usia sekolah dasar sampai menengah. Ditulis dengan bahasa yang
mudah dipahami dan dapat dibaca oleh semua kalangan. Terbitan perdana buku ini
diharapkan bisa menjadi ukuran dan motivasi dihasilkannya karya-karya lain oleh
bibit-bibit penulis muda Maluku Utara.
Semoga buku ini dapat
menjadi salah satu sumbangsih tidak hanya bagi bagi Asosiasi Guru Penulis
Indonesia tetapi bagi dunia pendidikan khususnya di Maluku Utara demi
menggiatkan program gemar menulis dan membaca (literasi) yang sejalan dengan
program pemerintah.
Akhir kata, terimakasih kepada penulis,
Agupena Pusat dan Wilayah Maluku Utara serta penerbit yang telah membantu
mewujudkan diterbitkannya buku ini.
Cakupan Cerita
Buku novel ini secara garis besar di bab pertama
membahas tentang hari pertama masuk sekolah. Yang kemudian di lanjut dengan
cerita lain di bab selanjutnya, tentang selamat datang di dunia hantu. Buku
anak ini juga menceritakan tentang skema terlambat sekolah.
Penulis
juga menyuguhkan cerita tentang sosok cerita seorang anak yang terlambat
belajar. Di lanjutkan dengan cerita lain tentang sekolah minggu yang
menyedihkan. Sebagai pelajaran moral untuk anak-anak, buku ini pun juga
mendongengkan tentang seorang anak yang mengabaikan nasihat. Adapun cerita lain
sepri bunga jelek pun punya alasan bertahan hidup yang menginspirasi.
Cuplikan Hari Pertama Masuk Sekolah
Mentari pagi tersenyum manis padaku seolah
menyapaku pagi ini. Aku langsung membuka mataku lebar-lebar dan melihat jam
dinding.
"Syukurlah baru pukul 6 pagi, aku
masih punya 30 menit lagi," kataku dalam hati.
Aku langsung bangun dan segera merapikan
tempat tidurku.
"Langkah pertama selesai!" Seruku
dalam hati sambil menandai setiap kegiatan pada buku harianku di atas meja.
Aku
langsung bergegas menuju ke meja belajarku dan menyiapkan semua peralatan tulis
ke dalam tas. Setelah semuanya siap, aku bergegas mandi dan berseragam sekolah.
Tidak lupa aku menandai langkah kedua pada buku harianku dan langsung turun
untuk sarapan. Tidak lama kemudian, Ibu memanggilku.
"Susi, sudah siap sayang? Ibu sudah
siapkan sarapan untukmu dan Ayah di meja makan" Sahut Ibu dari dapur.
"Taraaa," seruku mengagetkan
Ibu.
Ternyata Ibu tidak sadar kalau aku berada
tepat di belakang Ibu sejak Ibu memanggilku.
"Wuaaah, cantik sekali anak
Ibu," kata Ibu sambil tersenyum padaku.
Tanpa menunggu lama lagi, aku langsung duduk
dan sarapan bersama Ayah dan Ibu. Aku makan tanpa melepas senyum di bibirku,
karena hari ini Ibu memasak makanan kesukaanku yaitu nasi goreng. Ibu sangat
tahu kalau aku suka sekali dengan nasi goreng. Setelah sarapan aku menyalami
tangan Ibu, Ibu membalasnya dengan mengecup dahiku.
"Ini uang jajan untukmu," Sambil
memberiku beberapa lembar uang kertas.
Ibu memberiku uang jajan Rp.10.000, aku
senang sekali. Tiba-tiba Ibu juga memasukkan sesuatu ke dalam tas sekolahku.
"Ini bekalmu sayang," Kata Ibu
mengagetkanku.
Ternyata Ibu sudah menyiapkan bekal nasi
goreng kesukaanku.
"Terima kasih Ibu!" Seruku pada
Ibu.
"Cepat sayang, jam sudah menunjukkan
pukul 06:30," Ayah dari luar rumah.
Aku bergegas naik sepeda motor
berboncengan dengan Ayah. Kebetulan Sekolahku searah dengan kantor Ayah.
"Kita sudah sampai di sekolah
kamu," kata Ayah.
Aku langsung turun dari sepeda motor dan
melihat pada jam tanganku yang menunjukkan pukul 06:40. Itu artinya waktu yang
aku butuhkan dari rumah ke sekolah
adalah 10 menit. Karena hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah, Ayah
menemaniku sampai ke kelasku. Aku menyalami tangan Ayah sebelum masuk ke kelas.
"Hati-hati Ayah", kataku pada
Ayah.
Ayah membalas dengan senyuman padaku
kemudian melanjutkan perjalanan menuju kantor Ayah. Aku langsung masuk dan
duduk di kursi kelas. Tiba-tiba seseorang menyapaku.
"Hai, namaku Ela. Siapa nama
kamu?."
Dengan malu-malu aku menjawab, "Aku
Susi."
(Ring ring ring) bel sudah berbunyi
menandakan jam pelajaran akan segera dimulai.
"Selamat pagi murid-murid? Sapa Pak
Guru.
"Selamat pagi Pak Guru," jawab
murid-murid.
"Karena hari ini adalah hari pertama
kalian bersekolah, jadi kita mulai dengan perkenalan terlebih dulu," Kata
Pak Guru memecah keheningan di kelas.
"Nama Bapak adalah Sofyan. Bapak
tinggal di Kelurahan Akehuda dan Bapak adalah guru bahasa Indonesia pada kelas
VII," sambung Pak Guru "sekarang giliran kalian untuk
memperkenalkan diri satu-persatu dimulai
dari bagian kiri dan seterusnya."
Kemudian satu-persatu murid berdiri dan
memperkenalkan diri mereka. Kini tiba giliranku, seperti petir menyambar tubuhku.
Wajahku berkeringat, tanganku dingin dan kakiku gemetaran. Perasaan malu,
takut, kaget dan gerogi bercampur menjadi satu. Aku berdiri dan mulai
memperkenalkan diri dengan suara terbata-bata. BACA
SELENGKAPNYA di bukunya.
Komentar
Posting Komentar