Jumper in love



Bukunovel | buku karya Kilaras Candraningsih mengulas tentang percintaan. Terdapat petikan yang menarik dalam novel tersebut, sebagai “Aku juga seorang wanita yang dapat luluh dengan kata-kata lembut dari seorang pria. Dan aku mengabulkan permintaan Kak Hito. Dengan satu syarat, janji tidak akan mengungkap identitasku pada siapapun”.
Buku ini diterbitkan sebagai bentuk kontribusi penulis dalam perkembangan karya sastra Indonesia. Karya ini terbagi menjadi dua belas subjudul. Akhirnya kepada semua pihak, penerbit mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan penerbitan selanjutnya.
Sinopsis
OH MY GOD bagaimana ini? Hito tau kekuatanku, dan aku tidak bisa kabur begitu saja, walaupun aku bisa saja menghilangkan ingatannya tentangku dan pergi dengan teleportasi. Tapi kalau aku lakukan itu, ceritanya akan selesai sampai disini hehe, jadi aku putuskan untuk menjelaskan SIAPA AKU? “Hito.. (dengan gugup) sebenarnya aku itu seorang JUMPER, mungkin kamu nggak percaya tapi aku dapat melakukan teleportasi ketempat yang paling jauh dibumi ini dengan waktu yang singkat, sangat singkat” penjelasanku.
Hito pun kaget dan ia tertawa karena menganggapku aneh. Tapi aku melanjutkan cerita bahwa bukan hanya di film-film tapi di kehidupan nyata ada seorang jumper, dan itu aku.
Aku itu jumper kesebelas di dunia ini, tapi aku jadi yang kesepuluh. Soalnya jumper yang kelima itu dikeluarkan atau diambil kekuatan dan ingatannya tentang dunia jumper. Karena ia gunakan untuk kejahatan seperti mencuri dan lainnya yang lebih parah.
Karena bagi seorang jumper, mencuri itu semudah membalikan telapak tangan.
Tapi dalam dunia jumper ada hukumnya juga, dan ada seperti polisi yang menjaganya. Karena seorang polisi biasa tidak ada 1% pun bisa menangkap jumper. Tapi di samping itu semua, aku sadar aku memiliki kekuatan ini untuk kebaikan dan sesekali untuk kesenanganku selagi tidak melanggar hukum jumper.
Kalau darimana aku memiliki kekuatan ini, saat usiaku 7 thn saat itu 15 November tepatnya. Aku bersama keluargaku mengalami kecelakaan, waktu itu dijalan yang aku lewati. Di depan ada bus yang menabrak truk, kami tepat dibelakangnya. Mobil yang dikemudikan ayahku langsung menghindarinya namun na’as mobil kami masuk ke jurang pinggir jalan itu. 
 Di saat itulah aku diselamatkan oleh pengangkat jumper (seseorang yang dapat menjadikan manusia biasa jadi seorang jumper) aku keluar dari mobil. Dengan mataku sendiri, aku melihat kedua orang tuaku terguling bersama mobil kami. Dan aku hanya bisa melihatnya. Akupun menghampiri kedua orang tuaku yang terjebak didalam mobil yang terbalik itu. Ayahku meninggal seketika, aku tak dapat mendengar kata terakhirnya.Jumper in Love ini diterbitkan oleh Penerbit buku Pendidikan Deepublish.
Cuplikan Cerita
Berawal dari mimpi, aku ingin mengenalnya. Dia itu artis namanya Hito. Akupun teleport ke Jakarta, tapi aku belum tau dimana ia berada, jadinya aku jatuh di sembarang tempat. Namun tempatnya tidak terlalu ramai, aku putuskan untuk berjalan saja sambil melihat-lihat pemandangan di kota Jakarta.
“Tolong.... tolong” aku mendengar teriakan, ternyata ada seorang ibu-ibu kejambretan. Aku langsung teleport diam-diam menghadang jambret tadi.
“Hay..” sapaanku yang membuat kaget pejambret karena muncul tiba-tiba di depannya.
“Serahkan tas ibu itu!” pintaku.
Namun jabret tidak mudah memberikannya. Akhirnya ada perlawanan antara aku dan pejambret memperebutkan tas.
Tiba-tiba “Buaggg....” dari samping ada seorang cowok yang menonjok jambret, tasnya berhasil aku pegang dan aku mundur membeiarkan cowok itu melawannya. Tonjok kanan, tonjok kiri, tendang depan, jambak-jambakan, sampai tampar-tamparan. Yuhu Yeah... hore.. dia menang, namun jambret berhasil kabur dengan lari terbirit-birit.
“Kamu tidak apa-apa?” tanya cowok itu. Hhah.... dia ternyata HITO....!!! akupun tercengang dan,
“Hey..” hito mencoba menyadarkan.
“Owh...maaf, aku baik-baik saja.” jawabku dengan gugup.
“Owh ya aku akan kembalikan tas ini pada ibu itu.” tuturku.
“Ok, ayo.” Sahut hito.
Akupun berjalan bersama Hito menuju ibu itu, dengan langkah yang diiringi musik dari detak jantung yang berdegup kencang. Dug dag, dag dug dag. Maaf sedikit alay.
“Bu ini tasnya” ucapku.
“Terimakasih ya nak, untung saja ada kalian” ucap ibu itu.
“Sama-sama bu, lain kali hati-hati ya bu” uhh.. ucap Hito dengan lembut.
Dan saat ini aku justru jadi bingung apa yang harus aku lakukan? Orang yang aku cari ada disini. Aku dengan berat melangkahkan kakiku pergi karena gugup. Tapi... “ hey tunggu” langkahku langsung terhenti, ia mendekatiku.
“Hey Hmm .. aku panggilnya siapa ya?’’ tanyanya.
“Shan-shan” jawabku.
“Hmm Shan-shan aku kagum sama kamu, tadi itu keren lho” ujarnya.
Ohhhh... aku tersanjung. “ terimakasih. Tadi kakak juga keren banget tiba-tiba nonjok jembret itu dari samping, tadi aku jadi lumayan kaget juga sih.” Basa basiku.
Tanpa sadar aku memanggilnya kakak terdengar sok akrab, aih jangan muntah ya. “Hehe bikin kamu kaget ya, maaf ya. Hmm Shan-Shan aku ingin tanya sesuatu sama kamu boleh nggak?’’ ada raut penasaran diwajahnya. Tapi aku lebih penasaran Hito mau tanya apa dan ternyata dia lucu juga, apalagi saat nyengir hehe.
“Boleh mau tanya apa kak?’’ tanyaku.
“Hmm lebih baik kita duduk di bangku sana saja ya disini kurang nyaman.’’ Ajaknya.
Kami pun berjalan bersama menuju bangku di taman pinggir jalan itu, tempatnya tidak terlalu ramai dan teduh pula. Di samping itu aku salting dan yang ada dipikiranku “ apakah ini takdir? atau kebetulan? kenapa aku bisa bareng sama Hito yang aku kira hanya bisa memandangnya dari kejauhan saja, aaaa”. Setelah duduk Hito langsung bicara.
“Oh ya Shan-shan nama kakak,  Hito.” perkenalanannya.
“Aku sudah tau kok kak, siapa sih yang nggak tau? Kakak inikan artis terkenal. Oh ya BTW kakak ngapain di sekitar sini, kakak nggak syuting?” ujar panjang lebarku.
 “Hmm siang ini nggak ada jadwal, nanti sore baru syuting dan tadi kakak lagi makan bakso, tuh disana(agak jauh)terus denger ada ibu-ibu yang minta tolong, terus kakak langsung nolongin deh” penjelasan panjang lebarnya. Akupun serius dengerinnya.Tiba-tiba...
“Oh iya kakak kan mau tanya sesuatu sama kamu?”
“Silahkan mau tanya apa kak?” ujarku.
“Shan-shan, Kamu........ itu SIAPA?” terdengar serius.
Tapi ada apa ini? kenapa Hito tannya siapa aku, apa dia sudah pikun? aku kan sudah bilang namaku Shan –shan.
“Maksud kak Hito apa? Tadi kan kita sudah kenalan” ucap bingungku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wujud Tanpa Suara

Karam Dalam Badai